02 September 2013 | 22:39 Dibaca oleh Pengunjung
Polisi Pesta Narkoba di Asrama Polisi

MAKASSAR, FAJAR -- Belum tuntas kasus penggeledahan sabu-sabu di Sidrap pekan lalu, Senin, 2 September dinihari kemarin, aparat kepolisian kembali menggerebek pesta narkoba. Ironisnya, pesta itu dilakukan oknum polisi di asrama polisi pula.

Satuan Brigade Mobile (Brimob) Polda Sulsel menggerebek sebuah rumah di asrama polisi (Aspol) Batangkaluku, Gowa, Senin 2 September, dini hari. Seorang polisi bernama Brigpol An ditangkap saat sedang berpesta sabu bersama dua orang rekannya.

Informasi yang dihimpun FAJAR, Brigpol An adalah anggota Ditpolair Polda Sulsel. Sehari-harinya, dia bertugas di pos Makassar. An yang masih bujang memang tinggal di asrama polisi itu.

Pengerebekan tersebut dilakukan sekira pukul 03.30 dini hari. Puluhan anggota brimob bersenjata lengkap tiba-tiba mengepung rumah Blok E, tempat domisili An. An ditangkap tanpa perlawanan. Begitupun dengan dua orang rekannya,  Wir alias Wan (32) dan Sd (26).

Wir diketahui adalah tenaga honorer di SD 292, Bulukumba. Sementara Sd tenaga honorer di kantor camat Bontomarannu, Gowa. Dari tangan ketiganya, polisi mengamankan 0,12 gram sabu-sabu, sebuah alat isap bong, satu timbangan digital dan satu senjata api merek super 7 dan amunisi tajam sebanyak 10 butir. Senjata api itu diamankan dari balik sadel motor milik Sd.

Hingga malam tadi, polisi masih melakukan pengembangan terkait dengan tangkapan itu. Penyidik Ditresnarkoba Polda Sulsel masih memeriksa secara intensif ketiga orang tertangkap saat berpesta sabu itu.

Brigpol An diduga sebagai pengedar narkotika di kawasan Aspol Batangkaluku. Temuan alat timbang elektrik itu memperkuat dugaan pengedar itu. Polisi menduga ada sindikat peredaran narkotika di kalangan anggota kepolisian.

"Dia itu pengedar. Masih ada satu polisi lagi. Dia itu hanya kaki tangannya saja," jelas perwira polisi yang enggan disebutkan namanya itu.

Kepala Satuan Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Arifin membenarkan penangkapan itu. Menurutnya, Brimob melakukan penangkapan setelah anggotanya dua hari mengintai pergerakan Brigpol An. Kasus ini, kata dia, telah diserahkan kepada Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel.

"Kasusnya kita sudah serahkan ke Polda Sulsel. Tahanannya juga sudah di sana," jelas Arifin.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endi Sutendi membenarkan Brigpol An diduga kuat sebagai pengedar. Hanya saja, polisi masih mendalami kasus ini. Apakah masih ada polisi yang akan tersangkut dari kasus ini? Endi mengaku masih menunggu proses penyidikan.

"Infonya dia memang pengedar. Tapi kepada siapa akan diedarkan, kita masih dalami," jelas dia.

Kabid Hukum Ditpolair Polda Sulsel, AKBP Aidil Makodomo membenarkan jika Birigpol An adalah anggota pos Makassar Ditpolair Polda Sulsel. Sayangnya, Aidil mengaku tidak mengetahui secara rinci detail identitas anggotanya itu. Meski demikian, pihaknya menyerahkan semua proses hukum itu kepada penyidik.

"Penanganan kasusnya kita serahkan ke penyidik. Bukan saya yang tangani," jelas Aidil.
Sementara itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel juga sedang melakukan lidik terhadap salah satu gembong di lokasi yang sama. Diketahui, tiga pelaku yang tertangkap mempunyai keterkaitan dengan target BNNP Sulsel.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, Kombes Pol Richard Nainggolan mengatakan, pihak BNN bersama dengan kepolisian masih terus melakukan pengembangan terkait kasus ini. Khusus untuk BNNP, pihaknya fokus untuk mengungkap jaringan tersebut. "Bersama Polda, kami masih terus mengembangkan kasus ini. Untuk keterkaitannya kami telusri," jelas Richard.

Di tempat terpisah Camat Bontomarannu, H Abd Rahman Mapparessa  mengakui Sd  stafnya. Tapi itu dulu. Kini S tidak lagi bertugas di kantor camat. Sejak lima bulan lalu, yang bersangkutan telah  diberhentikan. Pemberhentian dilakukan setelah diketahui yang bersangkutan diketahui sering memakai narkoba,'' ungkapnya. (jai-eka-m06/pap)

Install Aplikasi Fajar